Meditasi Mindfulness


albayaanaat.com - Di era globalisasi dan digitalisasi yang penuh distraksi ini, manusia terkadang cenderung lebih sulit untuk menaruh atensi penuh terhadap apa yang sedang mereka kerjakan. Banyak di antara manusia yang kehilangan perasaan, momentum, jiwa, bahkan pikiran ketika sedang mengerjakan sesuatu. Akibatnya manusia mudah terdistraksi dengan hal-hal yang kadang tidak menjadi prioritas dan urgensi yang perlu dikerjakan. Alih-alih mencapai hasil maksimal, justru terkadang malah menyia-nyiakan waktu, pikiran, dan tenaga saja tanpa tujuan dan hasil yang puas. 

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang pesat saat ini, manusia di lain sisi juga mengembangkan ilmu yang menjadi counter terhadap dampak teknologi. Sekilas ini tampak paradoksal karena manusialah yang menciptakan teknologi untuk kebaikan umat manusia. Namun, manusia sendiri yang kemudian menciptakan lagi alat atau ilmu yang mampu membendung dampak dari teknologi tersebut. Salah satu ajaran yang dikembangkan untuk melawan distraksi di era sekarang adalah konsep mindfulness.

Apa Itu Mindfulness?

Istilah mindfulness sering kita dengar terutama pada kajian-kajian di dunia psikologi dan kedokteran. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan mindfulness?

Menurut Profesor Ellen Langer yang juga disebut sebagai tokoh mindfulness, beliau memberikan definisi “Mindfulness is the process of actively noticing new things. When you do that, it puts you in the present. It makes you more sensitive to context and perspective. It’s the essence of engagement.”[1] Dari apa yang dijelaskan oleh Profesor Ellen, kita dapat simpulkan bahwa mindfulness adalah kondisi dimana kita sadar apa yang sedang kita lakukan dan kita menaruh perhatian secara penuh terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan. 

Konsep utama dari mindfulness adalah hidup saat ini (living in the present). Artinya kita memang fokus untuk melakukan apa yang ada saat ini. Dalam arti lain, pikiran dan perasaan kita tidak mengembara ke mana-mana sehingga apa yang dilakukan saat ini bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar baik. 

Selain itu, mindfulness juga bertujuan agar manusia dapat memegang kendali penuh terhadap dirinya sendiri, lebih damai, lebih tenang, dan bersikap bijaksana.[2] Oleh karena itu, kita mencoba untuk melihat apakah ada konsep mindfulness dalam Islam dan bagaimana hubungan mindfulness dengan nilai-nilai dalam islam.

Mindfulness dan Islam

Mindfulness mengajak manusia untuk hadir dalam apa yang sedang ia lakukan saat ini. Manusia mampu mencapai hasil maksimal jika ia fokus dan menaruh atensi penuh pada setiap pekerjaannya. 

Di dalam Islam, ada banyak ajaran yang menghendaki kita untuk fokus dan menghadirkan hati bukan saja raga dalam melaksanakan ibadah. Contohnya khusyu’. Dalam Islam, khusyu’ berarti menghadirkan seluruh pikiran, hati, raga, dan juga emosi dalam beribadah kepada Allah Swt.  

Selain itu, Islam juga mengajarkan kita untuk tenang dan bersabar dalam bermunajat kepada Allah. Bermunajatlah kepada Allah dengan hati yang benar-benar hadir dan mengharapkan balasan atas doa yang kita panjatkan. Agar apa? Agar kita senantiasa merasakan kehadiran Allah tatkala kita bermunajat. Sesuai dengan konsep ihsan yakni, “Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihatnya. Jika kamu tidak dapat melihatnya, sesungguhnya Allah melihatmu.”  

Inti dari Konsep Mindfulness

Mindfulness pada dasarnya ingin mengajak kita agar lebih sadar dalam setiap kegiatan yang sedang dikerjakan. Seolah-olah ia ingin berkata, “Ayo kerjakan secara sadar dan penuh perhatian hal yang sedang kamu kerjakan dan tinggalkan dulu hal-hal yang di luar itu.” Ia seperti reminder pada diri kita saat ini karena manusia yang hidup di era globalisasi dan digitalisasi mudah sekali terkena arus distraksi. Jake Knapp dan John Zeratsky dalam bukunya Make Time mengatakan bahwa manusia saat ini rentan terkena dua hal. Pertama, iring-iringan kereta sibuk. Kedua, kolam tak berujung. Itu semua adalah pengaruh dari arus teknologi yang terkadang mengambil alih kontrol terhadap diri kita.

Baca juga: Menilik Genealogi Muwasysyahat: Penemuan Barat atau Arab?

Pada intinya, mindfulness hadir untuk membawa semangat baru bagi manusia saat ini agar lebih bisa bertarung dengan teknologi dalam mengambil dan mengendalikan kontrol diri. Karena jika tidak, maka teknologilah yang akan menjadi setir bagi kehidupan kita. 

Mindfulness dan Manfaatnya

Sholat adalah salah satu kondisi mindfulness dalam Islam. Sholat merupakan ibadah yang membutuhkan fokus yang tinggi untuk bisa benar-benar merasakan keagungan ibadah sholat itu sendiri. Dari kajian Al-Qur’an dan hadis ditemukan bahwa sholat yang khusyu’ memiliki pengaruh yang besar bagi kualitas kehidupan seorang muslim di semua dimensi kehidupannya.

Selain itu, para akademisi dari kalangan muslim juga sudah cukup banyak yang melakukan penelitian mengenai mindfulness dalam Islam. Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Mindfulness Spiritual Islam terhadap Resiliensi bagi Remaja Penyandang Disabilitas Fisik, ditemukan bahwa mereka lebih mampu bertahan dan bangkit dalam menghadapi permasalahan hidup dan kondisi sulit yang dialaminya baik di lingkungan keluarga, sosial maupun masyarakat. Ada tiga aspek yang mengalami peningkatan pada remaja penyandang disabilitas yaitu percaya diri, penerimaan positif, dan spiritualitas.[3]

Penelitian lain adalah penerapan pelatihan mindfulness bagi guru PAUD, ditemukan bahwa terdapat penurunan tingkat stress dari 78,60 ke 68,60 sebelum dan sesudah pelatihan mindfulness. Ini menandakan adanya pengaruh yang baik dari pelatihan mindfulness bagi kesejahteraan guru. Kita sama-sama mengetahui bahwa guru-guru di Indonesia punya tugas mengajar dan administrasi yang cukup padat dan banyak, oleh karena itu, pelatihan mindfulness bisa menjadi langkah kecil bagi guru menurunkan tingkat stressnya. Bahkan di kelas-kelas universitas terbaik di dunia seperti Harvard, mereka menjalankan program pelatihan mindfulness bagi mahasiswa-mahasiswanya. Ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengurangi tingkat stress dan melatih fokus dalam menjalani perkuliahan.[4]

Begitu banyak penelitian mengenai mindfulness dan hampir rata-rata menunjukkan bahwa mindfulness memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan mental, pikiran dan emosi manusia. Terutama di era sekarang, mindfulness sangatlah cocok untuk mengisi ruang-ruang penat dan lelah akibat distraksi dari dunia yang sibuk ini. Kini, urbanisasi yang terjadi secara besar-besaran menandakan bahwa akan banyak persaingan terutama di kota dan orang mulai meninggalkan desa-desa. Ini artinya banyak orang akan semakin terdistraksi kehidupan manusia karena mobilitas manusia yang terpusat di kota. Oleh sebab itu, sesekali menghibur diri untuk menikmati suasana syahdu di desa juga bisa menjadi pilihan untuk melatih mindfulness bagi kita.


Adiva Wildan Pratama (adivawildan728@gmail.com), Mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga

___________________________________

[1] Ahmad, Victor Imaduddin & Suyuthi, Ahmad. (2019). ‘Sholat Sebagai Sarana Pelatihan Mindfulness: Jawaban Untuk Tantangan Pendidikan Islam Menghadapi The Age Of Complexity’. Jurnal Akademika, 13(1), 107. 

[2] Sandy, AI, & Uyun, Q. (2022, Oktober). Ibadah Sebagai Sarana Menumbuhkan Mindfulness di Masa Quarterlife Crisis. Dalam Seri Konferensi Bandung: Ilmu Psikologi (Vol. 2, No. 3, hlm. 891-900).

[3] Ardhi Khoirul Hakim, Fany Anitarini, dan Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas. ‘Pengaruh Mindfulness Spiritual Islam Terhadap Resiliensi Pada Remaja Penyandang Disabilitas Fisik’. Nursing Information Journal, 1.1 (2021), 1–8 (hlm. 6).

[4]  Ega Asnatasia Maharani. ‘Pengaruh Pelatihan Berbasis Mindfulness Terhadap Tingkat Stres Pada Guru Paud’. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 9.2 (2016), 100–110


Tim redaksi al-Bayaanaat menerima naskah tulisan berupa, opini, kajian bahasa dan sastra, cerpen, puisi, dan resensi buku. Tema bebas, disesuaikan dengan karakter albayaanaat.com sebagai media mahasiswa cendekia bernafaskan bahasa, sastra, dan budaya yang dapat dibaca oleh semua kalangan. Silahkan kirim karya tulis kalian ke email redaksi albayaanat.uinsuka@gmail.com dengan melampirkan biodata diri serta nomor telepon yang bisa dihubungi. Untuk syarat dan ketentuan pengiriman naskah, silahkan klik kirim naksah. Terimakasih.

Posting Komentar

0 Komentar