Ketindihan Rindu

Muhammad Hanief Fazlurrahman, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Pagi muncul di notifikasi

Tanpa aba-aba, ia membangunkanku dari mimpi

Aku melek dan melihat wajahmu bergelayutan di depan mataku

Pagi itu, aku ketindihan rindu

Badan lumpuh,

Mata dan kepala tak luput dari hunusan tajam tatapanmu.

 

Tingting

Telingaku mendengar suara denting mangkuk bubur,

Sekejap matamu kabur.    

Tingting

Kepala dan badan kembali waras,

tapi rindu dalam dadaku tak kunjung lepas.

 

Baca juga: Taman Kata-Kata (albayaanaat.com)

Tim redaksi al-Bayaanaat menerima naskah tulisan berupa, opini, kajian bahasa dan sastra, cerpen, puisi, dan resensi buku. Tema bebas, disesuaikan dengan karakter albayaanaat.com sebagai media mahasiswa cendekia bernafaskan bahasa, sastra, dan budaya yang dapat dibaca oleh semua kalangan. Silahkan kirim karya tulis kalian ke email redaksi albayaanat.uinsuka@gmail.com dengan melampirkan biodata diri serta nomor telepon yang bisa dihubungi. Untuk syarat dan ketentuan pengiriman naskah, silahkan klik kirim naksahTerimakasih.


Posting Komentar

0 Komentar