Melophile
Muhammad Iskandar Rizqi
Terdengar begitu lantang
Namun hakikatnya dialog kepada kalbu
Seakan mewakili semua rasa
Walau tanpa mengutarakan
Begitu telinga suka dimanjakannya
Alunan nada yang berpadu
Yang memahami, yang merasakan
Bahkan atma hanyut di dalamnya
Seakan terhenti begitu saja
Ingin mengalir bersama alunannya
Berbisik pelan “bawa aku”
Tak sedikit yang hidup bergantung padanya
Menghidupkan api semangat yang padam
Redum dalam kalbu bisa pulih
Seperti mantra yang membuatnya tersihir
Perihal rasa yang gulana
Tersampaikan sudah,
Perihal hampa yang gulita
Hilang lepas sahaja
Seakan mewakili semua rasa
Walau tanpa mengutarakan
Begitu telinga suka dimanjakannya
Alunan nada yang berpadu
Yang memahami, yang merasakan
Bahkan atma hanyut di dalamnya
Disetiap langkah perjalananbaca juga: Digitalisasi Bahasa dan Sastra: Peluang Berkreasi atau Tantangan Substansi ?
Seakan terhenti begitu saja
Ingin mengalir bersama alunannya
Berbisik pelan “bawa aku”
Tak sedikit yang hidup bergantung padanya
Menghidupkan api semangat yang padam
Redum dalam kalbu bisa pulih
Seperti mantra yang membuatnya tersihir
Perihal rasa yang gulana
Tersampaikan sudah,
Perihal hampa yang gulita
Hilang lepas sahaja
Tim redaksi al-Bayaanaat menerima naskah tulisan berupa, opini, kajian bahasa dan sastra, cerpen, puisi, dan resensi buku. Tema bebas, disesuaikan dengan karakter albayaanaat.com sebagai media mahasiswa cendekia bernafaskan bahasa, sastra, dan budaya yang dapat dibaca oleh semua kalangan. Silahkan kirim karya tulis kalian ke email redaksi albayaanat.uinsuka@gmail.com dengan melampirkan biodata diri serta nomor telepon yang bisa dihubungi. Untuk syarat dan ketentuan pengiriman naskah, silahkan klik kirim naksah. Terimakasih.
.png)

0 Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan